LAYANAN KONSELING DI PERLUAS
SATUAN LAYANAN
DI SUSUN OLEH :
SYAINULLAH
A 501 09 043
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITA S TADULAKO
2012
KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum warahmatullahi Wr. Wb
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang maha kuasa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
Kami berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan pengetahuan bagi masyarakat ataupun orang banyak. Dengan demikian wawasan mahasiswa ataupun masarakat bertambah luas. “tiada gading yang tak retak “ demikian kata pepatah menyatakan segala kritik dan saran demi kesempurnaan tugas ini akan saya terima dengan senang hati.
Akhirnya, saya mengucapkan terimakasih banyak kepada dosen pembimbing kami, dan teman-teman yang telah menyumbangkan saran dan pendapatnya sehingga tugas ini terselesaikan.
Palu,......13 Juni 2012
Penyusun
SYAINULLAH
A 501 09 043
A. JUDUL : MASALAH HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH
( yang diwujutkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturohim dengan sesama manusia ).
B. PENGANTAR :
Masalah Hubungan Interaksi Sosial
Bentuk masalah sosial yang tampil dapat berupa masalah pada level individu. Jenis masalah sosial yang pertama masalah sosial yang berkaitan dengan perilaku orang perorang sebagai masyarakat seperti tindakan kriminal, serta berbagai bentuk penyalahgunaan . Masalah kependudukan dan kurang berfungsinya berbagai bentuk aturan sosial. Jenis masalah sosial tersebut dapat dilihat sebagai salah satu hambatan usaha mewujudkan kesejahtera,apabila peningkatan kesejahteraan dipandang sebagai proses pendayagunaan sumber daya pemenuhan kebutuhan guna peningkatan taraf hidup.
Masalah sosial dapat berupa tindakan kolektif untuk melakukan perubahan dalam bentuk tindakan rehabilitatif atau bahkan mengantisipasi agar kondisi yang tidak diharapkan tersebut tidak terkendali. Upaya penanganan masalah sosial tidak semata-mata tindakan reaktif yang bersifat kekagetan pada saat munculnya masalah, tersebut baru muncul setelah masalah sosial berkembang menjadi krisis sosial. Kondisi yang disebut sebagai masalah sosial merupakan salah satu bentuk realitas sosial yang dapat menimbulkan penderitaan.Untuk mengatasi masalah dan penderitaan melalui cara mengembangkan dirinya.
Masyarakat yang bersifat lokal dapat tumbuh sebagai bentuk aktualisasi berbagai pranata sosial yang ada dan tidak jarang pula didasarkan pada pengamalan ajaran agama, dengan demikian lebih didorong oleh motivasi religius. Sebagai organisasi yang berbasis pranata dalam masyarakat, institusi ini biasanya kuat eksistensinya termasuk pola kepemimpinannya dan dapat mengikat serta melibatkan mayoritas warga masyarakat dalam komunitas tertentu.
C.TUJUAN :
1.Agar siswa dapat berinteraksi antar siswa d ruangan maupun disekolah pada umumnya
2.agar siswa bisa berinteraksi dengan guru-guru di sekolah dan dilingkungan masyarakat
3. supaya siswa dapat memehami pentinginya hungun social
4. dengan adanya hubungan interaksi social yang baikl di sekolah ,siswa dapat mudah dalam belajar dan pembelajaran disekolah.
5.agar siswa bisa berkomunikasi dengan sesama manusia
6.siswa dapat menyesuaikan diri dilingkunganya
7. dan siswa bisa optimal dalam mencapai tujaun belajar dan pembelajaran sebagai hasil hubungan interaksi social.
D. TOPIK :
MASALAH HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL
Macam - Macam Interaksi Sosial
Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu
• Interaksi antara individu dan individu Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
• Interaksi antara individu dan kelompok Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.
• Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.
Bentuk - Bentuk Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu (p. 49) :
1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti :
Kerja sama
Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Akomodasi
Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
Akulturasi
Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri.
E. CONTOH KASUS
Topik Bahasan : Masalah Hubungan Interaksi Sosial
Andri adalah murid salah satu sekolah menegah pertama, ia memiliki masalah ketidakmampuan menjalalani hubunga interaksi sosial yang baik dengan teman sebayanya dikarenakan terlalu banyak bermain game online.Selain itu Andri juga kuarang mampu berkomunikasi dengan masyarakat dilingkunganya,Semakin berjalannya waktu dan ketidakmampuan Andri untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, masalah Andri ini menjadi meluas. Tidak hanya dengan teman-teman sebayanya tetapi juga dengan guru-guru pengajar.
Yang menjadi perhatian adalah ketika Andri berbicara dengan orang lain. Tidak terfokus dengan lawan bicara, hanya tersenyum-senyum sambil menggerakkan kepalanya dengan hitungan patah-patah seperti boneka kayu yang kaku dan pandangan kosong lurus ke depan. Hitungan fokus untuk menatap lawan bicara hanya kurang dari 6 detik dan fokus pada topik pembicaraan hanya kurang dari 9 detik. Pola seperti ini, terulang terus menerus ketika Andri dihadapkan pada situasi yang mengharuskan dia untuk berkomunikasi dengan dua orang atau lebih.
Pola yang terulang terus-menerus setiap kali berbicara dengan Andri,membuat teman-teman sekelasnya menjauhi Andri. Sebab dari ketidak mampuan andri berinteraksi dan berkomunikasi sehingga andri mengalami masalah social.Bahkan ada seorang guru yang membentak Andri dengan menggunakan kata “gendheng dan autis.”
F. CARA MENGATASI
Menurut William Marston, tipe kepribadian seseorang dapat diketahui berdasarkan observasi terhadap pola perilaku yang ditampilkannya. Tipe kepribadian tersebut terdiri atas tipe dominant, inspiring, supportive, dan cautious. Tiap tipe kepribadian tersebut menggambarkan paduan dari dimensi gaya hubungan dengan orang lain, yaitu peramah (outgoing) atau pendiam (reserved) dan dimensi prioritas, yaitu berorientasi terhadap tugas (task-oriented) atau berorientasi terhadap orang (people-oriented)
Kiat-Kiat Mengatasi Maslah Sosial
a. Individu keluarga dan masyarakat
Biasanya masalah yang terjadi di individu keluarga dan masyarakat adalah kurangnya berinteraksi dengan orang sekitar kita bahkan dengan sebangsa sehingga banyak sekali yang tidak peduli dengan orang – orang sekitar kita atau dengan masyarakat luas, dan kita hanya bersosialisasi dengan orang – orang tertentu saja sehingga akan tercipta pandangan yang menyatakan bahwa kita tertutup untuk umum.
Oleh karena itu ada beberapa cara mengatasinya yaitu dengan cara kita berbicara dengan orang lain dan kalau kita malu berbicara dengan orang lain kita juga bisa menggunakan facebook, twitter, friendster, dan web sosial lainnya, dengan menggunakan itu kita bisa berkenalan dengan orang – orang yang belum kita kenal dan untuk yang sudah kita kenal mempermudah kita untuk berkomunikasih dengan mereka.
b. Pemuda dan sosiallisasi
Pemuda dan sosiallisasi biasanya masalah yang terjadi adalah kurangnya waktu untuk bertemu dan jaraknya jauh dan banyaknya biaya yang di gunakan untuk berkomunikasi dan adanya rasa malu berbicara. Faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah sosial pemuda dan masyarakat adalah dari dalam diri sendiri, dan lingkungan.Cara mengatasi masalahnya adalah kita bisa juga menggunakan web yang berfungsi untuk bersosiallisasi misalnya Facebook, twitter, friendster dan yang lainnya, dengan itu kita bisa mengurangi rasa kurangnya percaya diri dalam bersosiallisasi dan mengurangi biaya yang keluar untuk bersosialisasi.
c. Masyarakat pedesaan dan masyarakat
perkotaan biasanya masalah yang terjadi di masyarakat pedesaan dalam bersosialisasi adalah kurang sarana untuk bersosialisasi dan yang ada sarananya hanya sarana yang sederhanan kurang modern dan hanya menyangkup jarak – jarak tertentu atau hanya masyarakat yang satu desa dan kurangnya pendidikan yang mendidik masyarakat pedesaan untuk mengenal saranan komunikasi yang modern. Cara mengatasinya adalah kita harus mensosialisasikan sarana komunikasi yang modern dan pemerintah segera menyediakan sarana komunikasi modern ke pedesaan secara merata.
Masalah yang terjadi di masyarakat perkotaan adalah biasanya banyak dari mereka yang menyombongkan diri sehingga banyak yang tidak mau berkenalan atau bercengkrama dengan masyarakat pedesaan karena menganggap masyarakat pedesaan merupakan masyarakat yang kurang gaul atau kurang mengenal yang modern.
Cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara mengubah cara berpikir kita tentang masyarakat pedesaan dan kita harus mau mengajarkan mereka atau mengenalkan mereka dengan sarana komunikasi yang modern, sehingga akan tercipta rasa bekerjasama dalam mengembangkan SDM atau sumber daya manusia, sehingga negara kita akan menjadi negara maju bukan hanya sedang berkembang.
10 cara mengatasi masalahr pribadi (Inferiority complex) menurut Norman Vincent Peale :
1. Formulasikan dan camkan di pikiran anda tentang gambaran mental diri anda sendiri yang sukses. Pertahankan gambaran didi ini, dan jangan pernah biarkan menjadi kabur. Otak anda akan berusaha keras mangembangkan dan merealisasikan gambaran ini. Jangan pernah berpikir diri anda gagal; jangan pernah meraguka relita imajinasi mental tentang kesuksesan. Benak kita selalu berusaha keras mewujudkan apa yang digambarkan. Karena itu, selalulah menggambarkan “kesuksesan” tak peduli berapa buruknya keadaan fakta yang tampak kala.
2. Setiap kali pemikiran-pemikiran negatif tentang kekuatan personal amda muncul diotak, segeralah menyuarakan pemikiran-pemikiran positif untuk menghadangnya.
3. Jangan membangun rintangan-rintangan dalam imajinasi anda sendiri. Kikis setiap rintangan itu. Kurangilah hingga sedikit mungkin. Segala kesulian harus dipelajari lalu dihadapi secara efisien dengan tujuan untuk disingkirkan.
4. Jangan kagum berlebihan pada seseorang sehingga anda mencoba anda meniru dia. Tak seorang pun bener-benar bisa menjadi dia selain dia sendiri. Ingat meski dia berpenampilan dan berprilaku sangat percaya diri, tak jarang mereka juga punya perasaan takut atau ragu.
5. Sedikitnya sepuluh kali sehari, ulangi kata-kata dinamis ini; ”Jika tuhan bersama saya, siapa yang bisa menghalangi saya?”. Ucapkan kalimat itu SEKARANG dengan perlahan tapi mantap untuk membangkitkan kepercayaan diri sendiri.
6. Cari penasihat yang kompeten untuk konsultasi sehingga anda lebih mudah memahami mengapa anda melakukan hal yang anda lakukan. Pelajari akar dari rasa rendah diri dan keraguan yang sering mulai muncul pada masa anak-anak. Pengetahuan terhadap diri sendiri itu bisa menggampangkan penyembuhan.
7. Sedikitnya sepuluh kali dalam sehari, latihan penegasan berikut ini. Ulangi kata-katanya dan ucapkan dengan keras jika mungkin.”Saya bisa melakukan segalanya melalui Tuhan yang telah memperkuat saya”. Ulangi kalimat itu SEKARANG. Perntataan ajaib itu obat paling mujarabuntuk mengatasi pikiran-pikiran rendah diri.
8. Hitung perkiraan kemampuan anda sendiri, lalu naikkan 10%. Jangan jadi egoistis, tapi kembangkan penghargaan pada diri sendiri. Yakni pada kekuatan anda yang sudah dikeluarkan Tuhan.
9. Pasrahkan diri anda pada takdir Tuhan. Untuk melakukannya, nyatakanlah; “Saya berada di tangan Tuhan”. Lalu yakinilah SEKARANG anda menerima semua kekuatan yang anda butuhkan.”Rasakan” alirannya keseluruh tubuh anda. Yakinkan diri anda bahwa “kerajaan Tuhan ada di dalam diri anda” dalam bentuk kekuatan yang memadai untuk memenuhi tuntunan hidup.
10. Ingatkan diri andabahwa Tuhan selalu menyertai diri anda sehingga tak ada sesuatu pun yang mengalahkan anda. Percayalah bahwa sekarang anda KEKUATAN dari Tuhan
Sehubung dengan hal itu dikatakan, bahwa upaya pelyanan sosial oleh negara tersebut akan melibatkan interaksi atau hubungan timbal balik antara 3 pihak
1. Mengembangkan Sistem Sosial Yang Responsif
Penyakit masyarakat dianggap identik dengan masalah sosial, maka upaya pemecah masalahnya tidak cukup dengan memberikan pelayanan sosial yang sifatnya rehabilitatif kepada individu penyandang masalah. Pemecahan masalah justru akan lebih efektif melalui bekerjanya sistem sosial yang menempatkan kondisi masalah sosial sebagai umpan balik dan mampu mengolah dan memanfaatkannya untuk melakukan pemecahan masalah secara melekat. tujuan dan nilai yang sudah disepakati. Kontrol ini berupa proses yang kontinyu dimana nilai diterapkan dan keputusan diambil dalam kehidupan bersama.
2. Pemanfaatan Modal Sosial
Masyarakat pada dirinya memiliki modal sosial ini. Perbedaanya terletak pada besar kecilnya dan variasi kandungannya. Perbedaan lain juga terletak pada identifikasinya, ada masyarakat yang modal sosialnya sudah banyak teridentifikasi dan dimanfaatkan,sementara dalam masyarakat lain masih banyak belum dioptimalkan. Pemanfaatan modal sosial guna penanganan masalah sosial oleh masyarakat dapat dilihat dari beberapa bentuk, dalam bentuk tindakan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup, pemberian jaminan sosial kepada warga masyarakat dan minimalisasi serta penyelesaian konflik sosial. Dalam watak yang lebih operasional modal sosial dapat diidentifikasikan dalam bentuk solidaritas sosial yang bersumber dari kesadaran kolektif, saling percaya,asas timbale balik dan jaringan sosial.
3. Pemanfaatan Institusi Sosial
Dalam menjalankan peranan dalam pelayanan dan perlindungan sosial guna memberikan kontribusi bagi kesejahteraan sosial yaitu dari Asosiasi sukarela, yang dapat meliputi kelompok swadaya, lembaga sukarela independen, lembaga sukarela kuasi pemerintah dan lembaga nonprofit kuasi pemerintah. Lingkungan rumah tangga dan tetangga yang berasal dari keluraga dan solidarits bertetangga. Pasar, berupa usaha bisnis yang bersifat privat. Negara, berupa pelayanan yang diselenggarakan oleh Negara.
.
PROGRAM SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Judul Layanan : Masalah Hubungan Sosial
B. Bidang Bimbingan : Bimbingan Belajar
C. Jenis Layanan : Bimbingan kelompok
D. Fungsi Layanan : Pengentasan dan Pengembangan
E. Kompetensi Yang Ingin Dicapai :
a. Tujuan Layanan
Memberikan pemahaman tentang hubungan sosial dalam belajar
b. Hasil yang ingin dicapai :
Diharapkan dapat membawa perubahan ( Pengetahuan, sikap maupun perilaku)
F. Tugas Perkembangan :
Mengembangkan pengetahuan, sikap dalam pergaulan di sekolah maupun di masyarakat.
G. Sasaran Layanan : Siswa kelas 8
H. Uraian dan Materi Kegiatan :
Kegiatan 1 : Konselor memberikan ulasan materi tentang ” Pemahaman Tentang hubungan Sosial Dalam Belajar.”
Kegiatan 2 : Pelaksanaan Layanan Informasi
No. Kegiatan Waktu
Konselor Konseli
1. AWAL KEGIATAN
a. Memberikan salam
b. Mengawali kegiatan dengan berdo’a
c. Mengungkapkan pengertian dan tujuan layanan informasi
a. Menjawab salam
b. Konseli berdo’a bersama
c. Siswa mendengarkan dan memahami penjelasan dari konselor 5 Menit
2. PEMBAHASAN MATERI
a. Menjelaskan materi Pemahaman Tentang Pentingnya Hubungan Sosial Dalam Belajar
b. Mengadakan diskusi yang dinamis dengan konseli berkaitan dengan topik bahasan.
b. Mengadakan tanya jawab dengan konseli
a. Konseli mendengarkan dan memahami penjelasan dari konselor.
b. Konseli terlibat aktif dalam diskusi yang dinamis dalam mendalami materi pembahasan bersama konselor.
c. Konseli mengadakan tanya jawab dengan konselor 25 Menit
3. PENUTUP
a. Konselor menyampaikan kesimpulan terhadap topik yang dibahas
b. Menanyakan harapan konseli atas topik pembahasan, apakah sudah tercapai
c. Konselor membahas rencana layanan selanjutnya pada pertemuan berikutnya.
d. Meminta saran dan kritik dari konseli mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan
e. Menutup kegiatan layanan informasi dengan berdo’a
f. Memberikan salam
a. Konselor dan konseli membahas tentang kesimpulan dari materi yang dibahas
b. Konseli memberikan tanggapan tentang ketercapaian harapannya
c. Konseli mengadakan kesepakatan terhadap pertemuan berikutnya.
d. konseli menyampaikan saran dan kritik tentang pelaksanaan layanan informasi yang telah dilaksanakan
e. konseli bersama konselor menutup kegiatan dengan berdoa bersama
f. Mengucapkan salam 15 Menit
I. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Kelas
J. Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
K.Penyelenggara :Konselor
L. Metode : Ceramah, tanya jawab dan diskusi
M. Pihak Yang Disertakan : Guru Bk, Siswa
N.Rencana Penilaian :
1. Penilaian proses
a. Mengamati antusias siswa dalam menerima layanan
b. Keaktifan siswa dalam pembahasan topik yang sedang didiskusikan.
c. Mengamati perkembangan hubungan sosial
a. Pemahaman dan penguasaan materi yang disampaikan yakni mengenai “Pemahaman Tentang Pentingnya Hubungan Sosial Dalam Belajar”.
d. ”
2. Penilaian hasil : Laiseg, Laijapen
O. Tindak lanjut :
a. Layanan informasi lanjutan
b. Pemberian layanan lanjutan yaitu konseling individu
c. Bekerja sama dengan wali kelas dan guru-guru mata pelajaran untuk turut serta memantau hasil belajar siswa dan prestasi belajarnya.
P. Keterkaitan layanan dengan kegiatan pendukung : Keterkaiatan layanan ini dengan layanan konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan layanan penguasaan konten dll.
Q. Catatan Khusus : akan diadakan layanan informasi lanjutan berdasarkan kesepakatan dengan konseli.
Palu,,13 juni 2012
Mengetahui :
Kepala Sekolah Guru Bimbingan dan Konseling
Dra.Muh Ridwsn SYAINULLAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar