Minggu, 17 Juni 2012

REMAJA AWAL

syainullah
Rabu, 02 Mei 2012
REMAJA AWAL

1.    Masa praremaja (remaja awal 13-17 tahun)
    Masa praremaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negative pada si remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negative dengan gejalanya seperti tidak senang, kurang suka bekerja, pesimisitik, dan sebagainya. Secara garis besar sifat-sifat negative tersebut dapat diringkas, yaitu a) negative dalam prestasi, baik prestasi jasmani maupun prestasi mental; dan b) negative dalam sosial, baik dalam bentuk menarik diri dari masyarakat (negative positif) maupun dalam bentuk agresif terhadap masyarakat (negative aktif).


Pada usia tersebut, tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
1.    Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis
2.    Mencapai peran sosial maskulin dan feminin
3.    Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif
4.    Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
5.    Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi
6.    Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja
7.    Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga
8.    Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara
9.    Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial
10.    Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Hurlock, 1973).

Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu:
1.    Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.
2.    Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.
•    Konformitas kelompok remaja
    Persoalan remaja yang bergerak menuju teman sebaya dipandang sebagai upaya penemuan identitas/jati diri mereka dan sebagai pernyataan emansipasi sosial mereka; yaitu cenderung membentuk suatu kelompok dalam bidang tertentu. Pada pihak lain kelompok remaja akan menambah kohesifitas antar anggota kelompok seiring dengan frekuensi pertemuan mereka.
    Dalam berkelompok remaja cenderung memiliki kohesifitas yang tinggi dan dalam keadaan seperti ini akan berkembang iklim penciptaan norma-norma kelompok yang mereka buat sendiri yang sesuai dengan keinginan mereka. Apabila norma-norma yang terbentuk dalam kelompok tidak bertentangan dengan norma yang telah terbentuk dalam keluarga sebelumnya, maka hal ini tidak menjadi masalah. Namun bila norma kelompok bertentangan dengan norma keluarga, maka hal ini yang akan menjadi masalah. Sebab dalam kelompok yang mempunyai kohesifitas yang tinggi tidak akan memberikan toleransi pada salah satu anggota kelompok yang mempunyai pandangan yang berbeda. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya pengembangan identitas pribadi yang lebih lanjut. Suatu kelompok remaja seharusnya mampu untuk mengarahkan individu pada pengembagan diri, justru menjadi penghambat bagi pengembagan emansipasi individu.
    Salah satu ciri lain dari kelompok remaja awal adalah kelompok ini masih tunduk pada kelompok yang lebih berkuasa, seperti lembaga pendidikan, pemerintahan. Dalam hal ini peran sekolah sebagai lembaga pendidikan dan pemerintah diharapkan mampu memberi perhatian pada kelompok remaja dan membantu mereka untuk mampu membentuk norma kelompok yang selaras dengan agama dan hukum formal.
    Dua jenis permasalahan yang telah dibahas dengan singkat diatas bisa kita jadikan sebagai acuan dalam upaya memahami permasalahan remaja yang timbul. Banyak anak permasalahan yang muncul dari 2 jenis permasalahan diatas yaitu; kemandirian dan krisis identitas, konformitas kelompok remaja, diantaranya, intensitas dalam berteman meningkat, suka meniru gaya teman, terlalu percaya diri dan emosi yang tak terkontrol dan masih banyak permasalahan lainnya.
    Perkembangan remaja selayaknya menjadi tanggung jawab bersama; orang tua, lembaga pendidikan, lingkungan dan pemerintah. Dalam Bryn (1985) Donald Winnicott menyebutkan berbagai upaya dalam membantu perkembangan anak remaja kita, sebagai berikut:
1. Memenuhi kebutuhan jasmani
2. Memberikan ikatan dan hubungan emosi
3. Memberi suatu landasan yang kokoh (lingkungan rumah dan hubungan keluarga yang asri)
4. Membimbing mengendalikan perilaku
5. Mengajarkan cara berkomunikasi
6. Memberikan berbagai pengalaman hidup yang normal
7. Membantu anak menjadi bagian anggota keluarga, dan
8. Memberikan role model (suri tauladan) pada anak.
    Selain orang tua, lingkungan sekolah harus mampu memberikan fasilitas, media, wadah kegiatan yang positif serta bimbingan sosial yang akan sangat membantu remaja menemukan identitas yang baik dan mampu mempertahankannya. Begitu pula pemerintah seyogyanya mendukung berbagai kegiatan remaja dan mengarahkan kearah yang positif serta menjadikan remaja sebagai bagian dari warga negara yang butuh dipenuhi hak sebagai warga negara serta penghargaan yang baik terhadap prestasi remaja.

    Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapaikemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja.
1.    Perkembangan fisik remaja
Menurut Imran (1998) masa remaja diawali dengan masa pubertas, yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting, berlangsung cepat, drastis, tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi. Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organreproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi, sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin misalnya, pada remaja putri ditandai dengan menarche (menstruasi pertama), tumbuhnya rambut-rambut pubis, pembesaran buah dada, pinggul, sedangkan pada remaja putra mengalami pollutio (mimpi basah pertama), pembesaran suara, tumbuh rambut-rambut pubis, tumbuh rambut pada bagian tertentu seperti di dada, di kaki, kumis dan sebagainya.
    Secara umum, terjadi pertumbuhan dan perkembangan pisik yang sangat pesat dalam masa remaja awal ( 12/13 – 17/18 tahun ). Menurut Dr. Zakiah Daradjat, bahwa di antara hal yang kurang menyenangkan remaja, adalah adanya beberapa bagian tubuh yang cepat pertumbuhannya, sehingga mendahului bagian yang lain seperti kaki, tangan dan hidung yang mengakibatkan cemasnya rremaja melihat wajah dan tubuhnya yang kurang bagus. Hal lain yang dikhawatirkan adalah bentuk badan yang terlalu gemuk, kurus, pendek, tinggi (Jangkung). Wajah yang kurang tampan atau cantik, ada jerawatnya dan sebagainya.


2.    Perkembangan Psikis Remaja
Ketika memasuki masa pubertas, setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi, pengaruh media massa, keluarga, sekolah, teman sebaya, budaya, agama, nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. Pada masa remaja, seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai.

    Pertumbuhan Kelenjar-kelenjar Seks dan Perkembangan Seksual Remaja Awal.
    Pertumbuhan kelenjar-kelenjar seks (Gonads) remaja, sesungguhnya merupakan bagian integral dari pertumbuhan dan perkembangan jasmani secara menyeluruh lebih jauh lagi, bahwa kematangan seksual dalam usia remaja awal dan parohan pertama remaja akhir mempunyai korelasi positif dengan perkembangan sosial mereka. Hal semacam ini ditunjukkan oleh hasil penelitian James dan Moore terhadap remaja yang berusia antara 12 – 21 tahun dengan jumlah sampel 535 orang. Perkembangan perilaku seksual yang lebih bersangkutan dengan diri remaja, diantaranya yang sangat menonjol dan penting adalah onani atau masturbasi. Hal-hal seperti tentang seks ini tentu saja berpengaruh terhadap minat mereka pada sekolah atau pelajaran.

    Pertumbuhan Otak dan Perkembangan Kemampuan Remaja Awal
    Pertumbuhan otak anak wanita mengikat lebih cepat dalam usia 11 tahun dibandingkan pertumbuhan otak pria, tetapi pertumbuhan otak anak pria di usia 13 tahun meningkat 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan pertumbuhan anak wanita seusia.
Selain itu terdapat pula bukti-bukti hasil penelitian yang menyimpulkan hal yang menyangkut pola dan cara berpikir remaja cenderung mengikuti orang-orang dewasa yang telah menunjukkan kemampuan berpikirnya. Ini mengisyaratkan adanya sisi positif dari perkembangan kemampuan psikis remaja awal. Sisi positif pertumbuhan otak dan perkembangan kemampuan pikir remaja, memanglah berimplikasi terhadap praktek-praktek pendidikan di sekolah.

    Perkembangan ( dua pertumbuhan ) sikap, perasaan emosi, remaja awal,     sikap perasaan/emosi seseorang telah ada 2 berkembang semenjak ia bergaul dengan lingkungan. Timbul sikap, perasaan / emosi itu (positif atau negatif) merupakan produk pengamatan dan pengalaman induvidu secara unik dengan benda fisik lingkungannya. Dengan orang tua dan saudara, serta pergaulan sosial yang labih luas perasaan yang sangat takuti oleh remaja adalah takut dikucilkan atau tersindir dari kelompoknya. Rasa sedih merupakan sebagaian emosi yang sangat menonjol dalam massa remaja awal. Sebaliknya perasaan gembira biasanya akan nampak manakala si remaja mendapat pujian, terutama pujian terhadap diri atau hasil usahanya. Bentuk – bentuk emosi yang sering muncul dalam masa remaja awal adalah marah, malu, takut, cemas, cemburu, iri hati, sedih, gembira, kasih sayang ingin tahu.
    Perkembangan minat/ cita-cita remaja awal
Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kencenderungan lain yang mengarahkan induvidu kepada suatu pilihan tertentu, sedangkan cita-cita merupakan perwujudan dari minat.
Bentuk – bentuk minat / cita-cita yang dipunyai remaja awal, sangat beragam bentuknya seperti minat pribadi dan sosial. Minat terhadap rekreasi, minat terhadap agama dan terhadap sekolah.
    Perkembangan pribadi, sosial dan Moral remaja awal
    Pribadi diartikan sebagai organisme yang dinamis dalam sistem pisik dan pisikis yang menentukan keunikan sesorang menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Remaja dengan citra dirinya, menilai diri sendiri dan menilai lingkungannya terutama lingkungan sosial misalnya remaja menyadari adanya sifat-sifat sikap sendiri yang baik dan buruk. Moral adalah sebagai standar yang muncul dari agama dan lingkungan sosial remaja, memberikan konsep yang baik dan buruk, patut dan tidak, layak dan tidak layak secara mutlak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar